Musik korea saat ini

Musik Monday, 30/Apr/2012 10:34 0 - 7
Diperbarui pada Monday, 22/Apr/2013 01:50
Musik Korea saat ini

Pada masa lalu, seseorang tidak bisa menjadi musisi tanpa lahir dari keluarga pemusik.[12] Pelajaran musik diberikan melalui pelatihan.[12] Dengan perkembangan sistem pendidikan formal, para musisi tradisional pada saat ini menerima pendidikan musik di sekolah.[12] Terdapat banyak sekolah dasar, SMP, SMA, universitas atau sekolah tinggi yang mengkhususkan pada pendidikan musik tradisional.[12] Pada saat ini banyak orang yang menjadi musisi profesional dengan belajar musik tradisional di sekolah-sekolah semacam itu.[12] Namun, bagaimanapun juga, tradisi mewariskan musik dari generasi ke generasi masih tetap dipertahankan.[12] Banyak anak-anak dari pemusik rakyat yang mendalami musik di sekolah musik tradisional yang didirikan oleh orang tua mereka dan sebagian besar menjadi musisi musik rakyat yang profesional.[12]
Pelestarian

Di awal abad ke-20, sebagian besar musik yang dipertunjukkan, ditulis atau diajarkan di Korea merupakan musik tradisional, begitu pula dengan bentuk kesenian yang lain.[13] Namun, perubahan drastis mulai terjadi dengan masuknya budaya asing, khususnya genre kesenian dari barat.[13] Saat ini, sebagian besar pertunjukkan musik yang dipentaskan di Korea adalah karya musik asing.[13] Walau begitu, minat terhadap musik tradisional juga besar.[13]

Awal mula pelestarian musik tradisional sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1920-an, saat nasionalis kultural seperti Choe Nam-seon (1890-1957), Yi Neung-hwa (1865-1945), dan Song Seok-ha (1904-1948) mempromosikan kebudayaan nasional di tengah gencarnya pengaruh kebudayaan Jepang.[11]

Sebelum masa penjajahan, sistem pendidikan moderen telah diperkenalkan di Korea, namun pada saat penjajahan dimulai, kurikulum musik belum dimasukkan.[13] Pemerintah kolonial melarang pengajaran musik Korea di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kebijakan untuk memusnahkan kebudayaan Korea.[13] Satu-satunya jenis musik yang diajarkan pada masa penjajahan adalah genre musik barat.[13]

Korea bebas dari penjajahan Jepang di akhir Perang Dunia II, namun musik tradisional telah terlupakan.[13] Sekolah-sekolah pada saat itu hanya berfokus pada musik klasik barat dan musisi Korea hanya menghasilkan gaya musik barat.[13] Setelah merdeka, pemerintah Korea Selatan melakukan upaya pelestarian terhadap musik tradisional dengan mengakui lagu-lagu rakyat dari berbagai propinsi sebagai aset budaya nasional pada tahun 1960-an.[13] Lalu, kemajuan pesat di bidang ekonomi pada tahun 1980-an ikut mengukuhkan keberadaan musik tradisional.[13] Berbagai universitas di Korea mulai menampilkan musik rakyat dan kelompok musik tradisional.[13] Pada tahun 1990-an, media mulai tertarik untuk merilis seri musik tradisional khas daerah, seperti MBC yang mengeluarkan karya musik rakyat Jeju dan Jeolla Selatan dalam bentuk CD.[13] Pada tahun 1993, film musikal klasik berjudul Seopyeonje menjadi box-office yang ditonton lebih dari 10 juta orang, membuat masyarakat Korea terkesan sehingga tren musik tradisional kembali mendapat tempat
0

didan febriansyah
  • City: bekasi
  • Posts: 17
  • Uploads: 0
  • Scores: 1

Tulis Komentar

.: Belum ada komentar :.

0.003s
ShoutBox